Commercial Advertising Photography Seminar

Akhirnya sudah memasuki hari kedua seminar fotografi komersial dimana pada hari kedua ini, sudah memasuki bagaimana produksi iklan tersebut. Sebelumnya dihari pertama, peserta seminar hanya mendapatkan penjelasan tentang bagaimana marketing advertising tersebut, dan bagaimana bentuk dari briefing terhadap fotografer.

Anton Ismael foto by: panitia Applause #1 KPY

Dihari kedua ini, lebih menunjukkan bagaimana rumitnya proses pemotretan untuk sebuah iklan yang langsung diajarkan oleh Anton Ismael. Yang mana merupakan fotografer iklan terkenal di Indonesia (cek di sini untuk  melihat iklan yang telah beliau kerjakan). Sesi pertama sebelum makan siang diisi materi tentang pencahayaan dan sifat – sifat dari berbagai cahaya buatan. Selanjutnya setelah break langsung menuju ke lapangan untuk melihat proses produksi pembuatan iklan, sesuai dengan layout dan petunjuk yang tertulis pada briefing.

Ternyata proses tersebut tidak semudah yang kita kira, butuh waktu sekitar 1 – 2 jam lamanya. Ada beberapa aspek yang harus didapatkan disini yaitu. Objek utama, objek tambahan dan background. Selain itu ada beberapa foto tambahan diluar sesi pemotretan yang dijadikan stok foto untuk melengkapi atau memperbaiki foto iklan tersebut.

Objek utama merupakan bintang iklan yang jadi pusat perhatian konsumen. Harus di potret sebanyak mungkin karena setiap pose yang dilakukan tidak selamanya bagus. Dan tidak semuanya sesuai dengan apa yang diinginkan client dan agency. Terkadang fotografer juga harus melakukan improvisasi terhadap objek fotonya.

Proses Pemotretan Iklan

Objek tambahan disini adalah objek – objek yang nantinya akan ditambahkan dipemeran atau talent. Untuk memudahkan biasanya memotret ulang objek tersebut tanpa talent. Objek tambahan ini seperti rambut, asesori dan sebagainya. Yang akhirnya nanti akan digabungkan dengan foto objek utama.

Foto background. Sangat dibutuhkan sebagai backup. Dengan adanya stok foto background Digital Imaging  Artist akan semakin mudah dalam memperbaiki foto yang ada. Seperti memindahkan posisi objek utama, melakukan edit pada objek tambahan. Juga mengatur kondisi cahaya ambience. Dalam pemotretan ini, posisi kamera dan fokusnya fix pada satu titik.

Hingga akhirnya terpilihlah beberapa foto untuk selanjutnya di edit lagi karena masih kurang sempurna alias masih mentah. Nantinya beberapa foto pose terbaik masing – masing talent akan dijadikan satu dan dilakukan perbaikan terhadap background juga.

Materi Digital Imaging selanjutnya akan dijelaskan pada hari terakhir Seminar Applause #1 KPY pada Minggu 29 Mei 2011.

Paris Van Java Trip

It’s my first time at Bandung. Dahulu hanya mendengar cerita saja tentang bagaimana kerennya Bandung. Perjalanan kali ini dimulai dari jalan Asia Afrika. Jalan tersebut merupakan saksi bisu konferensi Asia Afrika di Indonesia. Di ujung jalan terdapat Musium Konferensi Asia Afrika. Tak hanya itu, terdapat pula gedung – gedung bersejarah lainnya di sekitar musium tersebut. Rata – rata digunakan perbankan karena memang sebelumnya merupakan gedung keuangan dan perbankan, tanpa menghilangkan bentuk asli dari gedung tersebut.

Musium Konferensi Asia Afrika

Bank OSBC NISP

Continue reading

Full Workshop on May..

Yap.. seperti di judulnya… bulan ini penuh dengan workshop menarik yang perlu diikuti walau saya hanya mengikuti beberapa workshop saja. Dua workshop menarik yang telah saya ikuti yaitu Mix Lighting dengan mas Gde Wira Brahmana dan Foto Fesyen, Komersial dan Olah digital bersama Darius Manihuruk dan Rio Satrio.

Keduanya sangat berbobot dan menarik untuk diikuti terutama bagi yang ingin benar – benar menguasai fotografi dan mempelajari beberapa teknik – teknik khusus yang dilakukan oleh seorang fotografer profesional. Dengan biaya yang bisa dikatakan tidak terlalu mahal bagi saya. Menurut saya sebandinglah dengan ilmu yang didapat, bahkan hasil dari ilmu tersebut bisa berkali – kali lipat dari uang pendaftaran. Dengan catatan, ilmunya digunakan dengan sebaik-baiknya.

Sharing foto dengan orang – orang yang benar – benar pada jalan yang benar lebih menarik daripada sharing foto dengan orang – orang yang terlalu terpaku pada text book. Simpel saja, kebanyakan ‘fotografer’ hanya mengambil gambar bukan membuat gambar (Take photograph.. not Create photograph).

Continue reading